Site icon Masjid Kapal Munzalan Indonesia

Masjid Tempat Kembali : Bersyahadatnya Warga Negara Inggris di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI)

Prosesi syahadat Luke Roger Anstee, warga negara Inggris

Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) sejak awal menerapkan misinya sebagai masjid multifungsi. Dimana masjid diusahakan seoptimal mungkin berfungsi untuk menjadi problem solver, yaitu diusahakan sebaik mungkin memecahkan permasalahan atau untuk memberikan jalan keluar dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan baik bersifat umum maupun khusus.

Satu di antara fungsi MKMI ini adalah sebagai fasilitas yang memberikan pelayanan bimbingan syahadat kepada siapa saja untuk kembali kepada fitrahnya yaitu menjadi seorang Muslim. Pelayanan syahadat ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Pemohon cukup menyampaikan maksudnya kepada pihak Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI). Permohonan ini dapat disampaikan secara lisan, baik secara langsung maupun melalui beberapa media komunikasi milik MKMI, maka informasi ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak MKMI dengan mempersiapkan waktu dan tempat serta petugas yang akan membimbing prosesi ikrar syahadat.

Dari awal tahun 2024 hingga pertengahan Juli 2024, tercatat sudah 30 puluh orang yang melaksanakan syahadat di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI). Mereka yang kembali kepada fitrahnya ini terdiri dari berbagai kalangan. Pria maupun wanita dari berbagai suku bangsa, bahkan hingga warga negara asing sudah bersyahadat disini.

Misalnya pada hari Sabtu 13 Juli 2024, seorang pria warga negara Inggris bernama Luke Roger Anstee. Ia melaksanakan ikrar syahadat di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI). Luke mengucapkan syahadat dibimbing oleh salah seorang ustadz yang merupakan Santri Penerima Amanah (SPA) Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI), yaitu Ustadz Imam Subagja. Ikrar syahadat ini pun dibimbing dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Pertama-tama Ustadz Imam Subagja menanyakan kepada Luke, apakah ada paksaan kepadanya untuk memeluk agama Islam. Dengan mantap pemuda berusia 21 tahun ini menyatakan bahwa tidak ada yang memaksanya untuk memeluk Islam. Ia ingin memeluk Islam atas kemauannya sendiri. Kemudian Ustadz Imam Subagja kembali menanyakan kepada Luke, apakah ia bersedia untuk meninggalkan segala bentuk peribadatan dalam agama yang sebelumnya, untuk kemudian melaksanakan segala bentuk peribadatan di dalam Islam. Kembali Luke menjawab tanpa ragu bahwa ia bersedia.

Setelah itu ikrar syahadat pun dimulai. Kembali Luke terlihat mantap dan tanpa ragu-ragu mengikuti bimbingan syahadat yang dilakukan oleh Ustadz Imam Subagja hingga selesai. Prosesi ini pun akhirnya ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Imam Subagja.

Kita berdoa kepada Allah SWT agar semua saudara kita yang sudah bersyahadat diteguhkan dan dikekalkan keimanannya, diberikan kemudahan dalam menjalankan syariat Islam, diberikan segala kebaikan dan dihindarkan dari segala keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.

Akhirnya kita juga berharap dan berdoa, semoga Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) dan seluruh masjid yang ada di Indonesia khususnya dan juga masjid di seluruh dunia, dapat terus mengembangkan pelayanannya, berfungsi dan berkontribusi dengan sebaik-baiknya sebagaimana masjid atau Baitullah di zaman Rasulullah Saw.

Exit mobile version