Masjid Kapal Munzalan Indonesia

Pascabencana Hidrometeorologi, Munzalan dan Mitra Salurkan Air Bersih di Aceh

FILTER AIR – Alat filter air yang digunakan merubah air yang terdampak air banjir bandang menjadi air bersih yang dilakukan dan didistribusikan oleh munzalan dan mitra lembaga & komunitas lainnya. (Foto. Istimewa)

testing.masjidkapalmunzalan.id/ –  Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merusak rumah dan memaksa warga mengungsi, tetapi juga mencemari hampir seluruh sumber air bersih. Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga terdampak terpaksa mengonsumsi air kotor demi bertahan hidup.

Bencana hidrometeorologi ini menyisakan lumpur setinggi paha yang menutupi permukaan daratan, sekaligus merusak sumber air bawah tanah maupun air permukaan. Akibatnya, masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan paling mendasar seperti minum, memasak, dan ibadah.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Munzalan berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan komunitas kemanusiaan turun langsung ke lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi penyediaan alat penyaringan air serta distribusi air bersih ke titik-titik pengungsian dan dapur umum warga.

Distribusi air bersih ini berlangsung selama hampir dua pekan, sejak Jumat, 5 Desember hingga Selasa, 16 Desember 2025, dengan sebaran lokasi sebagai berikut:

AIR BERSIH – Hasil air yang difilter dari air keruh terdampak banjir bandang menjadi air bersih. (Foto. Istimewa)

Rekapitulasi Distribusi Air Bersih

Secara keseluruhan, distribusi air bersih telah menjangkau 17 titik lokasi. Setiap titik beroperasi selama kurang lebih dua jam, dengan kapasitas distribusi sekitar 48 galon (19 liter) per jam. Total air bersih yang berhasil disalurkan mencapai 33.756 liter.

Munzalan menegaskan bahwa krisis air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak di berbagai wilayah terdampak banjir di Aceh. Kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar distribusi air bersih dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga. (*)

Exit mobile version