Masjid Kapal Munzalan Indonesia

Technical Meeting IBS Sambas 2025: Pemantapan Teknis dan Aturan Lomba bersama Perwakilan Kontingen

TECHNICAL MEETING – Panitia Pelaksana IBS Sambas Tahun 2025 menjelaskan teknis dan aturan lomba dalam technical meeting pada Rabu (23/7). (Foto: Chairul Rijal Fitriandi)

Penulis Chairul Rijal Fitriandi | Editor Chairul Rijal Fitriandi

testing.masjidkapalmunzalan.id/ – Program unggulan Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) kembali hadir menyapa para santri di Kalimantan Barat. Setelah sukses digelar di Kabupaten Melawi dan Kayong Utara, kali ini IBS dilaksanakan di Kabupaten Sambas pada 23 hingga 26 Juli 2025.

Berbeda dari sebelumnya, IBS Sambas menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih semarak, dimulai dengan berbagai perlombaan, dilanjutkan dengan acara ramah tamah, dan ditutup dengan puncak acara yang memuliakan serta membahagiakan para santri berprestasi dari berbagai daerah.

Kegiatan diawali pada Rabu, 23 Juli 2025, dengan technical meeting membahas peraturan dan teknis perlombaan, serta gladi resik pembukaan IBS Sambas.

172 Santri, 14 Daerah, 7 Cabang Lomba

Pelaksanaan IBS Sambas diikuti oleh 172 santri yang terdiri dari 117 santri putra dan 55 santri putri. Para peserta berasal dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Mereka berpartisipasi dalam tujuh cabang perlombaan yang diikuti oleh kontingen dari berbagai daerah, antara lain:

MENYIMAK – Perwakilan Kontingen Daerah lagi asyik menyimak pengarahan dari panitia pelaksana dalam technical meeting lomba dalam agenda Indonesia Bahagiakan Santri (IBS), pada Rabu (23/7). (Foto Chairul Rijal Fitriandi)

Jadwal Kegiatan: Penuh Spirit dan Kegembiraan

Rangkaian kegiatan IBS berlangsung selama empat hari dengan agenda sebagai berikut:

Rabu, 23 Juli 2025

Kamis, 24 Juli 2025

Jumat, 25 Juli 2025

Sabtu, 26 Juli 2025

Melalui IBS Sambas 2025, panitia berharap dapat memperkuat ukhuwah antar-santri dari berbagai daerah serta memotivasi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi. Puncak acara menjadi momen paling ditunggu, di mana santri-santri terbaik diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. IBS bukan sekadar lomba, namun ruang kolaborasi yang membahagiakan dan memuliakan generasi Qur’ani. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan membawa manfaat besar bagi umat. (*)

Exit mobile version