Berkumpulnya Kebahagiaan : Bahagia itu Sederhana, Mudah dan Murah

Penerima hadiah Roti Bahagia

Istimewa. Mungkin satu kata itu cukup tepat untuk menggambarkan pelaksanaan program Tetangga Bahagia pada hari Sabtu, 27 Juli 2024. Bagaimana tidak, pada hari tersebut berkumpul dua bahagia dalam satu waktu. Ya, pada pelaksanaan Tetangga Bahagia kali ini, santri Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) akan berbagi Roti Bahagia dengan tetangga sekitar.

Bagi pembaca yang belum tahu, mungkin akan ada pertanyaan mengenai apakah program Tetangga Bahagia itu? Tetangga Bahagia adalah salah satu program rutin santri MKMI yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Pada program ini, santri MKMI akan berbagi hadiah dengan tetangga sekitar masjid. Hadiah yang diberikan ini biasanya berupa makanan. Pada pelaksanaan Tetangga bulan yang lalu, santri MKMI membagikan hadiah berupa buah-buahan kepada tetangga masjid.

Pada pelaksanaan Tetangga Bahagia kali ini, santri MKMI akan berbagi Roti Bahagia. Roti Bahagia adalah produk makanan dari Divisi Amal Usaha MKMI yang terjamin kualitas dan kehalalannya. Jaminan kehalalan ini mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengolahan hingga pengemasan roti. Semua tahapan ini sangat diperhatikan. Bahkan hingga penamaan merk roti ini pun tidak luput dari perhatian. Dinamakan Roti Bahagia adalah bermaksud untuk memberikan harapan yang baik bahwa orang yang menikmati roti ini juga turut merasakan kebahagiaan.

Persiapan untuk pelaksanaan Tetangga Bahagia kali ini dilakukan beberapa hari sebelumnya. Badan Pengelola Kemakmuran Masjid (BPKM) MKMI sebagai pelaksana program ini terlebih dahulu berkomunikasi dengan Divisi Amal Usaha MKMI. Hal ini terkait dengan Roti Bahagia yang akan dibagikan sebagai hadiah untuk tetangga masjid. Dalam diskusi ini akhirnya diputuskan paket roti yang akan dibagikan. Roti ini dipesan sebanyak 100 kotak dengan harga dan jumlah roti per paket yang khusus, hanya diperuntukkan bagi program Tetangga Bahagia.

Bisa jadi ada sebagian orang akan bertanya, apakah pentingnya program ini? Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Muslim).

Dalam hadits ini, memuliakan tetangga dan tamu merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah Saw. Hal ini dapat kita ketahui bahwa memuliakan tetangga dan tamu dikaitkan dengan iman kepada Allah dan hari akhir. Suatu hal yang dimana Allah SWT dan RasulNya menyandingkannya dengan iman, tentulah bukan perkara yang bisa kita anggap ringan, akan tetapi sebaliknya ia adalah termasuk dalam perkara yang penting untuk kita perhatikan. Dengan alasan ini saja, sudah cukup bagi kita untuk menjaga hubungan yang baik dengan tetangga. Hadits ini juga berlaku umum, artinya tidak membedakan tetangga kita, baik itu yang muslim ataupun non muslim. Nah, melalui program Tetangga Bahagia inilah kita menerapkan hal-hal tersebut.

Program Tetangga Bahagia ini sederhana dan mudah dalam pelaksanaannya. Siapapun ia, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa bisa ikut serta karena tidak memerlukan persiapan, perlengkapan dan kemampuan khusus dalam menjalankan program ini. Cukup berangkat dengan niat yang baik karena Allah SWT, dengan maksud untuk memuliakan dan berbagi kebahagiaan dengan tetangga sekitar.

Walaupun barang atau hadiah yang dibagikan dalam program Tetangga Bahagia ini berkualitas, tapi tidak berarti ia adalah barang yang mahal. Ini karena pemasok barang mengetahui bahwa barang yang dibeli darinya akan dihadiahkan kepada tetangga masjid, sehingga mereka memberikan harga yang lebih terjangkau atau lebih murah.

Singkat kata program ini sederhana, mudah dan murah, namun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang yang mendapatkan manfaat darinya. Dapat disaksikan sendiri bahwa tetangga masjid tampak tersenyum senang ketika menerima hadiah Roti Bahagia ini. Mereka dengan spontan mengucapkan terima kasih. Bahkan ada yang berujar : “berkah selalu, berkah selalu”.

Senyum penerima hadiah Roti Bahagia

Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) ini terletak di daerah dengan mayoritas warganya adalah non muslim. Jadi para penerima hadiah Roti Bahagia kali ini juga sebagian besar adalah tetangga masjid yang non muslim. Penerima hadiah ini diantaranya adalah penduduk biasa, para pedagang dan pengusaha. Mulai dari pengusaha laundry, toko kelontong, rumah makan halal maupun non halal hingga pedagang alat sembahyang warga Tionghoa pun tidak luput dari pembagian hadiah Roti Bahagia kali ini. Santri MKMI memang tidak membeda-bedakan penerima hadiah, selama ia adalah tetangga masjid.

Namun walaupun begitu, ada juga beberapa orang warga yang menolak menerima hadiah Roti Bahagia kali ini. Penolakan ini bukanlah suatu aib untuk diceritakan disini. Akan tetapi kita dapat mengambil beberapa hikmah dari kejadian ini. Hikmah pertama adalah mengenai ujian kesabaran. Program Tetangga Bahagia ini merupakan salah satu bentuk dakwah bil hal yang merupakan implementasi dari sikap rahmatan lil ‘alamin. Dalam kaitannya dengan dakwah ini, maka kita dapat bercermin dari kisah dakwah Rasulullah Saw. Rasulullah Saw adalah manusia terbaik, akan tetapi ketika beliau menyampaikan dakwah, maka banyak penolakan yang diterima olehnya. Bahkan penolakan dakwah beliau ini datang dari keluarga dekatnya sendiri yaitu dari pamannya seperti Abu Thalib dan Abu Lahab. Abu Thalib walaupun sepanjang hidupnya adalah orang yang baik dan bahkan menjadi pembela perjuangan Rasulullah Saw, akan tetapi sampai akhir hayatnya tetap menolak permintaan Rasulullah untuk beriman. Abu Lahab bahkan jauh lebih parah lagi. Bukan saja menolak, ia bahkan sangat memusuhi Rasulullah Saw, bahkan sampai ingin membunuhnya. Akan tetapi penolakan ini dihadapi dengan kesabaran yang luar biasa oleh Rasulullah Saw. Inilah hikmah yang bisa kita petik.

Hikmah yang kedua adalah, perlunya kita menanamkan sikap husnuzhon, atau berprasangka baik. Mungkin penolakan ini karena ketidaktahuan atau kesalahpahaman tetangga masjid, sehingga enggan menerima pemberian kita.

Hikmah yang ketiga adalah mungkin saja ada adab atau perilaku kita yang kurang berkenan terhadap tetangga masjid, baik itu pada saat berbagi dalam program Tetangga Bahagia ini, ataupun perilaku kita sebelumnya dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan masjid. Maka dari itu, penolakan ini harusnya membuat kita untuk instrospeksi diri, lebih sungguh-sungguh lagi dalam  memperbaiki diri.

Dengan segala hal yang kita hadapi ini, semoga Allah SWT memberikan kita keistiqomahan dalam menjalankan syariatNya, sehingga kelak ketika kita menghadap kepadaNya maka kita kembali dalam keadaan husnul khatimah.